3 Jenis Bisban dan Pemanfaatannya dalam Kegiatan Jahit
![]() |
| source: freepik.com |
Bisban, atau yang sering disebut bias tape, merupakan salah satu komponen penting dalam dunia jahit. Bias tape adalah potongan kain kecil atau pita panjang yang difungsikan untuk menutup pinggiran kain, memberikan sentuhan akhir yang rapi dan estetik.
Meski awalnya hanya berfungsi sebagai penyelesaian jahitan, kini bisban juga sering digunakan untuk menambah elemen dekoratif pada berbagai produk fashion, mulai dari pakaian hingga aksesoris.
Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai apa itu bisban, jenis-jenis bisban yang umum digunakan, pemanfaatannya dalam kegiatan jahit, cara membuat bisban, dan teknik pemasangannya.
Mengenal Bisban dalam Kegiatan Jahit
Bisban dalam dunia jahit didefinisikan sebagai potongan kain kecil atau pita panjang yang dipasang pada tepi kain. Fungsi utama dari bisban adalah untuk mempercantik tepi kain agar terlihat rapi dan estetis. Selain fungsinya sebagai penyelesaian jahitan, bisban juga bisa memberikan aksen dekoratif yang membuat produk jahitan tampil lebih menarik.
Dari segi sejarah, bisban telah ada sejak tahun 1800-an, namun baru mulai dikomersilkan pada tahun 1917 oleh perusahaan Wm. E. Wright & Sons. Dalam industri fashion, bisban sering digunakan sebagai hiasan dan penyelesaian tepi pada berbagai jenis pakaian, seperti lengan, leher, atau tepi baju. Karena tampilannya yang menarik, bisban telah menjadi elemen penting dalam desain pakaian yang memerlukan detail halus di bagian tepinya.
3 Jenis Bisban
Bisban hadir dalam berbagai jenis yang dirancang sesuai kebutuhan dan karakteristik bahan pakaian yang berbeda. Berikut adalah tiga jenis bisban yang paling umum digunakan dalam dunia jahit beserta fungsinya:
1. Bisban Tunggal
Bisban tunggal biasanya dijahitkan pada satu sisi dengan tepi bisban menutupi garis jahit pakaian. Bisban ini dapat dipasangkan dengan cara dijahit pada bagian kain yang baik atau pada bagian buruk, tergantung pada keinginan desainer.
Metode ini menghasilkan tepi kain yang rapi tanpa terlihat jahitannya di bagian luar. Bisban tunggal juga bisa dijahit tindas atas untuk memberikan kesan jahitan ganda yang lebih kuat.
2. Bisban Dobel
Bisban dobel adalah jenis bisban yang dijahitkan dengan tiras bisban melekat pada tiras pakaian, sehingga memberikan lapisan ganda pada tepi kain. Jenis bisban ini lebih cocok untuk bahan-bahan kain yang tipis, seperti sifon atau satin, karena dapat menambah kekuatan pada tepi kain tanpa menambah ketebalan yang berlebihan. Biasanya, bisban dobel memberikan hasil akhir yang lebih halus dan lebih nyaman saat dikenakan.
3. Bisban Komersial atau Siap Pasang
Bisban komersial adalah bisban yang sudah siap untuk dijahit tanpa perlu proses tambahan. Bisban ini sangat populer karena penggunaannya yang praktis dan mudah dipasang, bahkan untuk pemula sekalipun. Bisban jenis ini sudah tersedia di pasaran dalam berbagai ukuran dan warna, sehingga memudahkan siapa saja yang ingin memasangnya dengan cepat.
Pemanfaatan Bisban dalam Kegiatan Jahit
Dalam dunia jahit, bisban memiliki banyak fungsi praktis yang tak hanya terbatas pada pakaian. Berikut adalah beberapa pemanfaatan bisban yang sering ditemui dalam berbagai produk jahitan:
1. Sebagai Penyelesaian Jahitan Pakaian
Bisban biasanya ditempatkan pada tepi lengan, leher, atau bagian bawah baju untuk memberikan sentuhan akhir yang rapi. Bisban juga sering digunakan sebagai pengganti jahitan tepi pada pakaian-pakaian formal untuk memberikan kesan yang lebih profesional.
2. Sebagai Hiasan pada Busana
Pada beberapa jenis pakaian, bisban dapat berfungsi sebagai elemen dekoratif yang memperindah tampilan pakaian. Biasanya, bisban diaplikasikan pada bagian-bagian tertentu untuk menambah kesan elegan atau modern.
3. Busana Anak-anak
Bisban seringkali digunakan pada busana anak-anak. Selain membuat pakaian terlihat lebih cantik, bisban pada busana anak-anak memberikan tambahan kenyamanan, terutama pada tepi kain yang bersentuhan langsung dengan kulit.
4. Aplikasi pada Produk Fashion Lainnya
Selain pakaian, bisban juga banyak digunakan pada produk fashion lain, seperti hijab, mukena, topi, tas, sepatu, dan dompet. Dengan bisban, berbagai aksesori ini bisa tampil lebih rapi dan berkelas.
5. Memberikan Hasil yang Rapi dan Awet
Bisban sebagai kampuh memberikan hasil jahitan yang lebih tahan lama dan rapi dibandingkan teknik kampuh lainnya. Karena biasanya digunakan pada kain tipis atau busana berkualitas tinggi, kampuh bisban ini juga memberikan kenyamanan ekstra bagi pemakainya.
Cara Membuat Bisban
Ada beberapa cara untuk membuat bisban yang dapat dilakukan sesuai dengan alat yang tersedia. Berikut adalah tiga metode umum untuk membuat bisban:
1. Metode Manual
Membuat bisban dengan cara manual membutuhkan beberapa alat, seperti kain, kapur jahit, penggaris, gunting tajam, dan setrika. Berikut adalah langkah-langkah membuat bisban secara manual:
Potong Bahan Kain: Lipat kain secara diagonal dan buat garis-garis bantu menggunakan kapur kain untuk memudahkan pemotongan. Potong kain sesuai ukuran yang dibutuhkan.
Lipat dan Press Kain: Lipat kain menjadi dua bagian tanpa dipress, kemudian lipat sisi kanan dan kiri ke tengah. Untuk menjaga bentuk lipatan, setrika kain agar bentuknya tetap dan rapi.
2. Metode Cutter
Metode ini menggunakan cutter sebagai alat bantu untuk melipat bisban, dan cara ini cocok untuk Anda yang menginginkan hasil lebih cepat. Langkah-langkahnya meliputi:
Potong Bahan Kain: Tandai kain dengan kapur dan penggaris, lalu potong sesuai ukuran.
Lipat dengan Cutter: Masukkan kain ke dalam tempat cutter, tarik kain perlahan melalui ujung cutter sambil merapikannya. Jangan lupa mengepress kain agar bentuknya permanen.
3. Menggunakan Bias Tape Maker
Bias tape maker sangat membantu dalam melipat kain dengan ukuran yang konsisten. Langkah-langkahnya adalah:
Potong Bahan Kain: Potong kain sesuai kebutuhan, lipat kain secara diagonal dan potong menggunakan gunting atau rotary cutter.
Menyambung Kain: Sambungkan potongan-potongan kain dengan menjahit ujungnya serong.
Lipat Kain dengan Bias Tape Maker: Masukkan ujung kain pada bias tape maker dan tarik perlahan. Setrika kain agar lipatan kain permanen.
Cara Memasang Bisban pada Kain
Memasang bisban pada kain bisa dilakukan dengan menggunakan sepatu mesin jahit biasa atau dengan binder foot, yang dilengkapi dengan besi berbentuk kerucut untuk menjaga agar bisban tetap dalam posisi yang rapi saat dijahit. Berikut langkah-langkah untuk memasang bisban menggunakan binder foot:
1. Persiapan Bisban pada Binder Foot
Masukkan ujung bisban ke dalam besi kerucut pada binder foot. Tarik ujung bisban hingga muncul di lubang kecil pada ujung kerucut.
2. Tempatkan Kain yang Akan Diberi Bisban
Letakkan kain yang akan dijahit pada bagian bawah bisban. Sesuaikan posisi kain dan bisban sehingga tepi kain tertutupi oleh bisban.
3. Pasang Binder Foot pada Mesin Jahit
Setelah kain dan bisban siap, pasangkan binder foot pada mesin jahit. Pilih pola jahitan lurus dan mulailah menjahit secara perlahan.
4. Pastikan Jahitan Rapi dan Menempel Kuat
Selama proses menjahit, pastikan bisban menempel kuat dan tidak bergeser dari tempatnya. Binder foot akan menjaga bisban agar tetap terlipat rapi dan menempel dengan sempurna pada kain utama.
Dengan langkah-langkah yang tepat, bisban akan memberikan sentuhan akhir yang profesional pada produk jahitan. Selain menjadi elemen dekoratif, bisban juga melindungi tepi kain dari kerusakan dan menambah nilai estetika pada produk akhir.

.webp)
Posting Komentar untuk "3 Jenis Bisban dan Pemanfaatannya dalam Kegiatan Jahit"