Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Jenis Kelim pada Pakaian Beserta Tekniknya

10 Jenis Kelim pada Pakaian Beserta Tekniknya
source: freepik.com

Kelim atau keliman adalah salah satu aspek penting dalam proses finishing pakaian. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk merapikan tepi-tepi jahitan, tetapi juga untuk memberikan tampilan yang lebih rapi dan menarik pada produk pakaian.

Kelim biasanya diaplikasikan pada bagian bawah rok, pinggiran kemeja, lengan baju, dan bagian bawah celana. Dalam konteks linen rumah tangga, kelim sering ditemukan pada gorden dan produk lainnya. 

Pada umumnya, teknik kelim dilakukan di akhir proses jahit, setelah semua bagian utama pakaian selesai dikerjakan. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih mendalam mengenai kelim pada pakaian, jenis-jenisnya, serta teknik-teknik yang dapat digunakan.

Mengenal Kelim pada Pakaian

Secara umum, kelim dapat didefinisikan sebagai proses finishing yang sangat penting dalam jahit-menjahit. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kelim antara lain:

1. Struktur Kelim

Kelim terdiri dari tiga bagian utama: lipat dalam, lebar kelim, dan tempat kelim. 

  • Lipat Dalam: Bagian ini umumnya memiliki ukuran 0,5 cm. Namun, jika bahan kain yang dikelim adalah bahan yang tipis, ukuran lipatan dalam bisa disamakan dengan lebar kelim.

  • Lebar Kelim: Lebar kelim dapat bervariasi tergantung pada model dan jenis produk yang akan dikelim. Misalnya, kelim pada rok biasanya memiliki lebar antara 1 cm hingga 5 cm. Untuk rok suai, ukuran kelim biasanya berkisar antara 4 cm hingga 5 cm, sedangkan kelim untuk rok lingkar hanya sekitar 1 cm hingga 2 cm.

  • Tempat Kelim: Penempatan kelim harus diperhatikan agar tampak rapi dan sesuai dengan desain.

2. Lebar Kelim

Lebar kelim dapat bervariasi tergantung pada jenis produk yang akan dikelim. Sebagai contoh:

  • Kelim Rok: Umumnya memiliki lebar antara 1 cm hingga 5 cm. Untuk rok suai, biasanya berkisar antara 4 cm hingga 5 cm, sedangkan untuk rok lingkar, hanya berkisar antara 1 cm hingga 2 cm.

  • Kelim Blouse: Lebar kelim biasanya antara 2 cm hingga 4 cm.

  • Kelim Lengan: Umumnya memiliki lebar antara 3 cm hingga 4 cm.

  • Kelim Gorden: Lebar kelim biasanya berkisar antara 5 cm hingga 7 cm, tetapi bisa lebih tergantung pada panjang atau tinggi gorden.

3. Bahan Tambahan untuk Kelim Tebal

Untuk bahan tebal, kelim dapat menggunakan bahan tambahan yang sewarna untuk mencegah kelim menjadi terlalu tebal.

  • Pada bahan tebal, kelim sering kali dibuat dengan bahan tambahan sewarna agar hasilnya tidak terlalu tebal.

  • Untuk bagian yang melengkung, disarankan untuk memberikan setikan atau jelujur renggang terlebih dahulu agar lipatan kelim yang dihasilkan nantinya tidak timbul kerutan.

4. Kelim pada Bagian Melengkung

Ketika mengelim bagian melengkung, sangat disarankan untuk memberikan setikan atau jelujur renggang terlebih dahulu untuk memastikan bahwa lipatan kelim yang dihasilkan tidak menimbulkan kerutan.

Dengan memahami teknik dan ukuran kelim yang tepat, Anda bisa menciptakan pakaian yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetis. Selanjutnya, mari kita eksplorasi berbagai jenis kelim yang dapat digunakan pada pakaian.

10 Jenis Kelim Pada Pakaian

Dalam dunia fashion dan jahit-menjahit, kelim memainkan peran yang sangat penting. Beragam jenis kelim dapat diaplikasikan pada berbagai jenis kain dan desain, dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks. 

1. Kelim Biasa

Kelim biasa adalah jenis kelim yang sering digunakan untuk bagian bawah rok, blus, kebaya, ujung lengan, dan lainnya. Lebar kelim yang dibuat biasanya berkisar antara 3 hingga 5 cm. Berikut adalah cara membuat kelim biasa:

  • Lipat pinggir kain sesuai lebar yang diinginkan.

  • Lipat tirasnya ke dalam sekitar 1 cm dan bantu dengan jahitan jelujur.

  • Setelah dijelujur, sum dengan jarum, pastikan bagian dalam lipatan benar-benar rata sebelum dijahit dengan jarum tangan.

  • Tusukkan benang ke dalam kain pada bagian bawah, sekitar 3 helai benang, sehingga tidak terlihat bekas tusukan.

  • Ulangi proses ini hingga selesai, dan setiap 6 langkah tusukan sebaiknya dimatikan untuk memastikan kekuatan.

2. Kelim Palsu

Kelim palsu digunakan ketika panjang kain tidak mencukupi untuk membuat keliman atau saat bahan terlalu tebal untuk dikelimkan. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat kelim palsu:

  • Sambungkan kain untuk kelim menggunakan bahan yang sama atau lebih tipis jika kain utama terlalu tebal.

  • Pilih warna kain penyambung yang serupa dengan bahan utama, terutama jika kelim ini akan diaplikasikan pada busana penutup tubuh bagian atas.

  • Kelim palsu dapat dikerjakan dengan tangan atau mesin.

  • Gunting kain sesuai bentuk yang akan disambung, lalu satukan dan dikelim dengan som.

  • Pastikan panjang kelim palsu tidak melebihi panjang kelim asli, umumnya berkurang 0,5 hingga 1 cm.

3. Kelim yang Dirompok

Kelim yang dirompok adalah jenis kelim yang biasa diaplikasikan pada bahan kain tebal seperti jas atau mantel. Teknik pengerjaan kelim ini hampir mirip dengan disum, tetapi tiras pinggir tidak dilipat, melainkan dirompok dengan bahan tipis agar tidak terlalu tebal.

4. Kelim Tusuk Flanel

Kelim tusuk flanel adalah jenis kelim di mana pinggir kain diobras tanpa dilipat ke dalam. Teknik ini biasanya digunakan untuk hasil kelim yang lebih rapi dan berkualitas, terutama pada bahan yang tebal. Langkah-langkahnya adalah:

  • Lipat pinggir kain sesuai lebar yang diinginkan dan bantu dengan jelujur.

  • Jahit dengan tusuk flanel, satu tusukan di atas keliman tanpa menembus keluar dan satu di bawah kelim dekat pinggir lipatan.

  • Hasilnya akan terlihat hanya satu baris dengan jarak 0,5 cm sesuai keinginan.

5. Kelim Sumsang

Kelim sumsang juga tidak melibatkan pelipatan ke dalam. Cara pembuatan kelim sumsang mirip dengan kelim biasa, tetapi jarum dimasukkan dua kali dalam satu lubang sehingga benangnya mati dan tidak mudah lepas. Jenis ini sering digunakan untuk bahan yang tebal seperti rok, blus, dan ujung lengan.

6. Kelim Konveksi

Kelim konveksi banyak digunakan dalam industri pakaian, seperti untuk keliman rok, blus, kemeja, atau kaki celana. Ini adalah metode yang cepat dan sederhana. Langkah-langkahnya adalah:

  • Tiras kampuh dengan lebar 2 hingga 4 cm, lipat 0,5 cm, dan lipat lagi sesuai batasan kampuh.

  • Selesaikan dengan dijahit langsung ke pakaian atau disetik.

  • Proses pembuatan kelim konveksi hampir sama dengan kelim tindas, namun berbeda dalam tusukannya yang terdiri dari dua baris, di atas dan di bawah (double), dengan lebar sekitar 1 cm.

7. Kelim Tindas

Kelim tindas adalah jenis kelim yang dijahit dengan mesin dan banyak digunakan untuk pinggiran kemeja, ujung kaki piyama, dan bawah rok. Cara pembuatannya adalah:

  • Lipat kelim sesuai keinginan, biasanya sekitar 1 cm, dan kemudian ditindas dengan mesin.

  • Sebelum ditindas, sebaiknya kain diobras terlebih dahulu agar hasilnya lebih rapi.

  • Hasil akhir dari kelim tindas akan berbentuk satu jahitan pada pinggir kelim.

8. Kelim Bulat

Kelim bulat biasanya diaplikasikan pada tepi gaun, selendang, atau jilbab yang terbuat dari kain chiffon atau katun lawn. Untuk membuat kelim bulat, Anda memerlukan sepatu menjahit kelim bulat (Rolled Hem Foot) yang memiliki bagian untuk menggulung kain secara otomatis, sehingga jahitan yang dihasilkan tampak lebih halus. Cara penggunaannya adalah:

  • Potong sedikit bagian ujung kain secara menyerong.

  • Lipat bagian ujung kain dan tempatkan di bawah sepatu jahit.

  • Masukkan sisa kain ke dalam corong sepatu sambil diputar perlahan dan jahit lurus.

9. Kelim Rol

Kelim rol adalah jenis kelim yang digunakan untuk mengelim pinggiran kain tipis, pakaian transparan, dan ujung lengan rimpel. Cara penyelesaian kelim rol bisa dilakukan dengan dua metode, yaitu menggunakan mesin serbaguna atau tangan. Untuk pembuatan dengan mesin, gunakan sepatu rol dan setikan zig-zag. Jika dilakukan secara manual, langkah-langkahnya adalah:

  • Gulung kecil tiras, kemudian jahit dengan tusuk dasar menjahit berupa tusuk balut atau tusuk kelim dengan jarak 0,5-1 cm.

  • Tusukkan jarum dari bawah ke atas, tarik benang perlahan, dan ulangi hingga mencapai batas yang diinginkan.

10. Kelim Som Mesin

Kelim som mesin mirip dengan kelim yang dijahit tangan, tetapi menggunakan mesin jahit. Proses pembuatan kelim ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Lipat pinggir kain sesuai lebar yang diinginkan dan jelujur.

  • Lipat kelim ke bawah sekitar 0,2 cm, kemudian jahit pada sisa kelim.

  • Gunakan sepatu jahit khusus (Blind Hem Foot) untuk hasil yang rapi.

Setelah semua proses menjahit selesai, lepaskan jarum pentul yang digunakan untuk menahan kain. Kelim som ini dapat juga dibuat dengan menggunakan mesin khusus garmen untuk bahan yang lebih tebal.

Dengan mengetahui berbagai jenis kelim dan tekniknya, Anda dapat memilih metode yang sesuai dengan jenis kain dan desain pakaian yang Anda buat. Proses kelim tidak hanya menambah fungsi, tetapi juga meningkatkan daya tarik visual pada produk akhir. Selamat mencoba teknik-teknik ini dalam proyek jahit Anda!

Rancang pakaian custom dengan detail kelim yang sempurna bersama Arto Konveksi! Hubungi CS kami untuk konsultasi dan pemesanan sekarang.

Posting Komentar untuk "10 Jenis Kelim pada Pakaian Beserta Tekniknya"

chatarrow